• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
INFOROHIL.COM
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Pemerintah
  • Politik
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Pemerintah
  • Politik
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Opini
No Result
View All Result
INFOROHIL.COM
No Result
View All Result
Home Hukrim

Perdana Jadi Pawang Buaya, Rismanto: Ada Motif Dendam Karena Anaknya Diambil

11 Mei 2016
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
pawang buaya
Inforohil.com, Bagansiapiapi- Rismanto Saragih nama lengkap dari pawang buaya yang mencoba mengembalikan jasad Sugiarto (13) ternyata baru perdana melakukan ritual pemanggilan buaya yang memakan manusia.

Karena ini baru pertama kalinya, Rismanto sesekali melakukan komunikasi via seluler dengan gurunya yang bernama Turnip untuk menanyakan tata caranya. Saat ini gurunya tersebut berada dikota Medan.

Meski ritual yang dilakukannya dipinngir sungai Rokan, Rabu (11/5/16) belum berhasil mengembalikan bocah yang diterkam buaya dua hari lalui itu, tapi Rismanto Saragih alias Yeye telah menerawang jauh maksud dan tujuan buaya tersebut mengambil salah seorang anak di Bagansiapiapi.

Berdasarkan penerawangan pria dari Bagan Tanjung Kecamatan Sinaboi ini dikarenakan buaya tersebut ada dendam kepada warga Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Terutama untuk para penghuni buaya yang berada dialiran sungai Rokan.

Dendam tersebut karena banyak anak buaya maupun telurnya yang diambil oleh manusia dari sungai Rokan yang diperjual belikan. Untuk membalaskan dendamnya kepada manusia, maka diambil juga salah seorang anak manusia.

“Mereka (buaya) ini sebenarnya mau balas dendam karena anak dan telurnya sering diambil. Pesan saya, kalau mau aman, kedepan jangan pernah mengambil anak buaya atapun telurnya lagi,” ujar Yeye memberi saran kepada masyarakat.

Untuk buaya yang menerkam Sugiarto itu lanjutnya, bernama Mugi. Mugi merupakan buaya betina yang pernah diambil oleh manusia anaknya.

Adapun beberapa ekor buaya yang muncul saat dia melakukan ritual itu merupakan teman-teman Mugi. Mugi sendiri belum berani muncul karena dia sedang berusaha mengakui kesalahannya.

Setelah Mugi mengakui kesalahannya, barulah jasad Sugiarto yang saat ini disembunyikannya disebuah batang kayu dasar sungai Rokan ia kembalikan.

“Dia (Mugi) harus punya waktu untuk mengakui kesalahannya. Selain itu, posisi jasad Sugiarto yang disembunyikan dikayu juga sulit untuk mengeluarkannya, sehingga agak lambat jasadnya bisa diantarnya keluar,” terangnya.

Namun kenyataannya, meskipun usahanya sudah maksimal, ocah malang itu hingga kini belum ditemukan juga. (Syawal)

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar dan Share Artikel Ini. Tks
ShareTweetSend
Previous Post

Legislator: IPDN Rohil Hanya Habiskan APBD Rohil

Next Post

Telan Biaya 2M, Pelabuhan Pol Air di Batu Enam Roboh Sebelum Difungsikan

Next Post

Telan Biaya 2M, Pelabuhan Pol Air di Batu Enam Roboh Sebelum Difungsikan

Kabar Terbaru

Arjuna Sitepu: Ada Skema Sistematis Menggiring Opini Publik untuk Menjatuhkan Bupati Rokan Hilir

27 Januari 2026

KUD Tunas Baru Gelar Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2025

26 Januari 2026

Polres Rohil Bongkar Jaringan Narkotika Internasional, Sita 3,98 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five

26 Januari 2026

Anniversary ke-6, CEO RS Ibunda Hadiahkan Umrah untuk Staf

25 Januari 2026

Bupati Bistaman Buka Sosialisasi Sekolah Garuda dan Siapkan Lahan 25 Hektar

24 Januari 2026

Warga Nuansa dan PT SIA Kompak Perbaiki Jalan Rusak

22 Januari 2026
INFOROHIL.COM

Copyright ©2021 InfoRohil.com. Developed with 💙 by webee

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Pemerintah
  • Politik
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Opini

Copyright ©2021 InfoRohil.com. Developed with 💙 by webee