• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
INFOROHIL.COM
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Pemerintah
  • Politik
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Pemerintah
  • Politik
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Opini
No Result
View All Result
INFOROHIL.COM
No Result
View All Result
Home DPRD

Dewan Rohil Meradang, Pemkab Tak Pernah Kontrol Harga Jual TBS

25 Juli 2017
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
    Inforohil.com, Bagansiapiapi – Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H Bachid Madjid tampak meradang atas rendahnya harga jual  tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang di jual ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dibawah harga yang sudah ditetapkan oleh Dinas Tanam Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Riau. 

Sehingga, menyebabkan harga jual petani kepada para tengkulak juga menjadi murah. Selain murah, juga banyak para tengkulak yang bermain pada timbangan kiloan sawitnya saat membeli sawit.

Menurut Anggota Komisi A itu, hal ini disebabkan adanya pembiaran yang berlarut-larut oleh dinas terkait yang ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil. Sehingga diseluruh wilayah Negri Seribu Kubah itu tidak pernah satupun para tengkulak membeli TBS dengan harga yang ditetapkan. 

“Saya minta betul-betul kepada pemerintah daerah, kalau betul-betul sayang sama negri ini harus dapat mengatasi masalah ini, sebut politisi PPP itu kepada sejumlah wartawan, Selasa (25/7) di Bagansiapiapi. 

Jelas yang akrab dipanggil H Akib itu, hampir semua wilayah di Rohil banyak yang petani kebun kelapa sawit. Para petani sangat ketergantungan hidupnya dengan harga jual TBS. Sementara harga beli minyak goreng, mentega maupun sabun tidak pernah turun.

“Harga minyak goreng tingi, harga CPO tingi, kenapa kok tiap bulan harga TBS turun terus harganya sama petani,” tanya H Akib. 

Dijelaskan Akib, harga yang ditetapkan oleh Dinas Tanam Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Riau untuk usia 15 tahun seharga Rp 1.780 perkilogram. Tetapi kenyataannya harga jual di pabrik Rp 1.500.

“Ini harus di backup dan pemerintah  turun tangan untuk melakukan kontrol harga. Jangan makan gaji aja kerjaannya,” tegasnya. (syawal) ‎

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar dan Share Artikel Ini. Tks
ShareTweetSend
Previous Post

Musim Kemarau, Dua Hektar Lahan Terbakar di Palika

Next Post

Sampai Terhutang, LKPJ Bupati Rohil 2016 Dapat Prediket Opini Wajar Dengan Pengecualian

Next Post

Sampai Terhutang, LKPJ Bupati Rohil 2016 Dapat Prediket Opini Wajar Dengan Pengecualian

Kabar Terbaru

Cooling System Pasca Demo, Kapolsek Panipahan Sambangi Jemaat HKBP: Kamtibmas Tetap Kondusif

19 April 2026

Pegawai RSUD Pratomo Sampaikan Klarifikasi, Ruangan Perina Dipakai untuk Ulang Tahun

19 April 2026

Viral! Diduga Ruang Perina RSUD RM Pratomo Bagan Siapi-api Dijadikan Lokasi Pesta Ulang Tahun

19 April 2026

SMP Al Hitidyah di Pasir Limau Kapas Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta

19 April 2026

Bersama Upika dan Tokoh Adat, Polsek Pujud Patroli Skala Besar Antisipasi Narkoba hingga Balap Liar

19 April 2026

Polres Rohil Intensifkan Patroli di Perairan Panipahan, Antisipasi Penyelundupan Narkoba

18 April 2026
INFOROHIL.COM

Copyright ©2021 InfoRohil.com. Developed with 💙 by webee

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Pemerintah
  • Politik
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Opini

Copyright ©2021 InfoRohil.com. Developed with 💙 by webee