Inforohil.com, Panipahan – Peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit bangunan Yayasan SMP Al Hitidyah yang berlokasi di Jalan Poros Kepenghuluan Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu (18/4/2026) sore.
Kapolsek Panipahan Iptu Subiarto Tampubolon membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Api diduga pertama kali muncul dari dalam bangunan sebelum akhirnya membesar dan melahap bagian atap gedung.
Berdasarkan keterangan saksi, awalnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Namun sekitar pukul 16.30 WIB, seorang warga yang sedang berada di sekitar lokasi mendengar suara letusan dari dalam gedung, disusul munculnya kobaran api.
“Api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian atap bangunan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berteriak meminta bantuan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya,” ujar Kapolsek.
Bangunan sekolah yang diketahui milik H. Wan Abdul Muhaimin (62), warga setempat, berada di kawasan padat penduduk dengan akses gang sempit, sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Petugas dari Polsek Panipahan, dipimpin Kanit Reskrim Ipda Sobarudin Dalimunthe baru tiba di lokasi pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti.
Dari hasil sementara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa potongan kayu dan serpihan seng yang telah terbakar. Dugaan sementara, api dengan cepat membesar karena bagian awal yang terbakar merupakan material kayu di area atas bangunan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp250 juta.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Langkah-langkah yang telah dilakukan antara lain mendatangi TKP, mengumpulkan barang bukti, melakukan olah TKP, serta memeriksa saksi-saksi,” tambah Kapolsek.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. ***








