Inforohil.com, Bagan Batu – Koramil 03/Bagan Sinembah jajaran Kodim 0321/Rokan Hilir memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh Tamiang, Senin malam (08/12/2025). Bantuan ini merupakan hasil donasi warga di wilayah Koramil 03/Bgs, Koramil 02/Tanah Putih, dan Koramil 05/Rimba Melintang.
Keberangkatan bantuan dipimpin oleh Danramil 03/Bagan Sinembah, Kapten Inf Khairul Anwar, bersama dua anggota, dengan menggunakan satu unit truk tronton bernomor polisi BM 8063 PK serta sopir truk Ali Sopyan.
Barang-barang bantuan meliputi kebutuhan pokok dan perlengkapan penting, diantaranya: 497 sak beras; 97 kotak + 10 pack air mineral; 1.070 kotak mie instan; pop mie, detergen, gula, minyak goreng; snack, popok bayi; obat-obatan dan sabun mandi; paket makanan dan minuman (kopi, sarden, Energen, susu); serta 398 bal pakaian (175 kotak + 223 karung). Bantuan juga termasuk uang tunai sejumlah Rp 7.877.000.
Kapten Inf Khairul Anwar menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian prajurit TNI bersama masyarakat dalam membantu sesama yang sedang dilanda musibah. Selain itu, ia juga memastikan seluruh proses pengumpulan dan pemberangkatan berlangsung aman dan tertib.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan tertib. Bantuan ini adalah wujud solidaritas dan empati masyarakat Rokan Hilir untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh Tamiang. Semoga bantuan ini sampai dengan baik dan dapat meringankan beban para korban,” ujar Kapten Inf Khairul Anwar.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan komando atas serta menunggu arahan lanjutan.
Situasi di Aceh Tamiang
Dilansir dari berbagai media online, banjir bandang dan longsor parah yang melanda Aceh Tamiang akhir November – awal Desember 2025 telah membawa dampak luas. Belasan kecamatan terdampak, ribuan rumah rusak berat, bahkan sejumlah desa disebut “hilang” akibat derasnya arus air.
Korban jiwa pun terus bertambah. Data posko darurat menyebutkan bahwa sedikitnya 57 warga meninggal dunia, puluhan lainnya hilang, dan ratusan rumah rusak.
Infrastruktur serta layanan dasar ikut terdampak: rumah sakit dan fasilitas kesehatan terendam lumpur, banyak peralatan medis rusak atau hilang, stok obat menipis, dan sebagian fasilitas layanan kesehatan lumpuh.
Warga pengungsi menghadapi kondisi kritis: akses air bersih sulit, sanitasi buruk, dan risiko penularan penyakit (diare, infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit) meningkat — khususnya bagi anak-anak dan lansia. ***










