• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak
INFOROHIL.COM
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Pemerintah
  • Politik
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Pemerintah
  • Politik
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Opini
No Result
View All Result
INFOROHIL.COM
No Result
View All Result
Home DPRD

Rohil Harus Bisa Contoh Bali, Manfaatkan Kotoran Sapi Sebagai Sumber Ekonomi

9 Mei 2016
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Bantuan Lembu dari Pemkab Rohil di Pekaitan
Inforohil.com, Bagansiapiapi – Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Hendra ST mengapresiasi keinginan kelompok tani masyarakat Kepenghuluan Karya Mulyo Sari Kecamatan Pekaitan yang ingin mengelola kotoran sapi atau lembu sebagai salah satu sumber peningkatan ekonomi.
Untuk itu, dia meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil melalui Dinas Pertanian dan Peternakan agar dapat memfasilitasi hal tersebut agar bantuan sapi atau lembu yang diberikan tiap tahunnya kepada masyarakat Rohil tidak di jual begitu saja.
Berdasarkan hasil reses yang dilakukan Hendra ST 27 April kemarin, ada 30 ekor bantuan sapi yang diberikan Pemkab Rohil kepada masyarakat. Namun, kotorannya tidak manfaatkan sebagai hasil tambahan.
“Mereka (msyarakat), berencana mau mengolaj kotoran sapi jadi pupu. Mereka meminta agar dibantu cara pengolahannya,” ujar Politisi Gerindra ini kepada Inforohil.com, Senin (9/5/16) dikantornya.
Pria berambut gondrong ini menyarankan, agar dinas terkait bisa mencontoh peternakan yang ada di Bali. Dimana, masyarakat Bali tidak lagi menjual sapi begitu saja. Akan tetapi, masyarakat disana lebih memilih menjual kotoran dan air seni sapi karena nilai ekonomisnya lebih tinggi.
Di Bali lanjutnya, dari 40 ekor sapi bisa menghasilkan 200 ton pupuk perbulannya. Sedangkan air seni sapi, bisa dijual Rp 4000 per liternya. Jika diperhitungkan, nilai jual kotoran lebih menguntungkan daripada menjual daging sapi. Namun, pemerintah dituntut untuk bisa menjamin hal ini sampai usaha pupuk benar-benar berhasil.
“Disana (Bali) itu, jaga sapi itu macam jaga pabrik. Kalau di Rohil ini diterapkan sangat cocok. Sebab, sumber makanannya tidak terbatas, dan ini sangat potensial meningkatkan ekonomi masyarakat,” tanasnya. (syawal)‎
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar dan Share Artikel Ini. Tks
ShareTweetSend
Previous Post

Nusantara Mengaji, Anggota DPRD Rohil Dapil II Ajak Masyarakat Ingat Alquran

Next Post

Keterbatasan Ruang, 100 Siswa SMP di Rohil Lakukan UN Diteras

Next Post

Keterbatasan Ruang, 100 Siswa SMP di Rohil Lakukan UN Diteras

Kabar Terbaru

Polsek Pujud Gelar KRYD, Antisipasi C3, Narkoba dan Premanisme di Sejumlah Titik Rawan

14 Juni 2026

Cegah Pencurian Sawit dan Peredaran Narkoba, Kapolsek Pujud Ajak Warga Aktifkan Pos Kamling

13 Juni 2026

Rokan Hilir Darurat Narkoba? Polres Ungkap 80 Kasus dan Sita Ribuan Butir Ekstasi

12 Juni 2026

Piala Bupati Rokan Hilir Rayon II Segera Bergulir, Ayo Daftarkan Klub Kamu

12 Juni 2026

Tim RAGA Polsek Pujud Intensifkan Patroli, Antisipasi Premanisme dan Kejahatan C3

12 Juni 2026

Panen Jagung Serentak di Tanjung Medan, Polsek Pujud Dukung Swasembada Pangan Nasional

11 Juni 2026
INFOROHIL.COM

Copyright ©2021 InfoRohil.com. Developed with 💙 by webee

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Pemerintah
  • Politik
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Peristiwa
  • Opini

Copyright ©2021 InfoRohil.com. Developed with 💙 by webee