PDP Rohil Bertambah, 3 Orang Asal Baganbatu -->

PDP Rohil Bertambah, 3 Orang Asal Baganbatu

Kamis, 28 Mei 2020, 6:00:00 PM
Link Banner
Jubir gugus tugas covid-19 Rohil, H Ahmad Yusuf saat konferensi pers terkait covid-19 di Bagan Siapiapi, Kamis (28/05).

Inforohil.com, Bagan Siapiapi - Sempat berkurang jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) bertambah, 3 orang berasal dari wilayah kerja Puskesmas Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah dan saat ini menjalani isolasi di RSUD dr RM Pratomo Bagan Siapiapi.

Secara keseluruhan PDP berjumlah 48 orang dari 49 kali kunjungan, yang mana dilihat dari data hari Rabu (27/05) kemarin 5 orang isolasi rumah sakit. 

"Informasi dokter telah saya sampaikan kemarin, tapi sudah terkonfirmasi ada pasien baru masuk dari wilayah kerja Bagan Batu sebanyak 3 orang, jadi jumlahnya kemarin itu ditambah sebelumnya 5 menjadi 8," demikian disampaikan juru bicara gugus tugas covid-19 Rohil, H Ahmad Yusuf saat konferensi pers, Kamis (28/05/2020).

Namun dari 8 orang, sebanyak 2 orang sudah terkonfirmasi sembuh dan dinyatakan negatif yang mana satu orang dan sudah dipulangkan dari rumah sakit.

'Pulangnya 2 orang dan masuk 3 orang dari Bagan Batu, jumlah dirawat pada hari ini di RSUD dr Pratomo totalnya 6 orang," ungkapnya kembali.

Seperti biasanya, lanjut Ahmad kembali bahwa setiap pasien keluar terkonfirmasi negatif di harapan ini tentu saja upaya kita lakukan secara bersama-sama dan berkat kerjasama semua pihak sehingga sampai dengan hari ini Rokan Hilir masih berada dalam zona hijau dan jumlah PDP 18, 36 diantaranya sudah terkonfirmasi negatif 6 masih diisolasi dan 6 orang yang meninggal juga terkonfirmasi negatif.

"Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 8.686 orang habis masa pemantauan 7.361 dan sedang dalam pemantauan 1.325," imbuhnya.

Peningkatan jumlah ODP ini kata Ahmad sudah diprediksi dari awal akan terjadi peningkatan tersebut mulai 7 hari sebelum lebaran hinggga 7 pasca lebaran.

"Sementara orang atau warga keluar daerah nanti setelah lebaran ada kemungkinan kembali," pungkasnya.

Beberapa warga Rohil yang berlebaran atau keluar darah harus waspada dengan arus balik dalam arti kata harus betul-betul selektif dalam menyikapi warga yang saat ini mungkin akan segera kembali.

"Kondisi ODP dan PDP dapat kami sampaikan bersama-sama dengan Pak wakil bupati mengikuti vidcon bersama Gubernur dan Bupati dan Walikota bahwa sesuai dengan arahan dari presiden akan adanya tatanan baru," pungkasnya.

Tatanan baru lanjut sekretaris dinas kesehatan itu, dalam artian norma kehidupan new normal seluruh daerah harus memulai untuk persiapkan diri meskipun ini mungkin berat bagi kita tapi harus mempersiapkan diri karena apa karena sesuai dengan kenyataan tidak tahu ini akan berakhir sampai kapan.

"Bagaimana kita hidup berdampingan dengan covid itu sendiri, bagaimana cara hidup berdampingan covid 19 tapi tetap pertahankan melalui protokol kesehatan," ujarnya.

Dengan mempertahankan protokol kesehatan akan terhindar dari rantai wabah penularan virus itu sendiri. "Walaupun hari ini kita belum ada deskripsi memulai tatanan normal tapi paling tidak dapat mempersiapkan diri," tambahnya.

New normal aktivitas rutin berjalan bagaimana dapat mendisplin semua orang tatanan news normal tentu kesiapan warga dan Pemda memulaika disiplin.

Beberapa kab kota indonesia Rohil sebagai percontohan new normal live ,kalau tak kita dilaksanakan akan sulit menormal ekonomi kedepan kita mulai sendiri dulu 

Semoga Rohil berada di zona hijau Covid-19 tetap dipertahankan pedagang di pasar biasa dengan pedagang tapi ada kesehatan harus ditaati sebagai salah satu contoh pasar pasar mungkin pembeli dibatasi bukan melarang tapi kita akan membuat semacam di pasar nanti akan diatur masuk berapa orang yang boleh.

Ini harus kita jalan kemudian bagaimana tersedia tempat cuci tangan bagaimana di sana tersedia sudah standby di buktikan adanya tenaga kesehatan dengan protokol kesehatan 

Begitu juga dengan mereka yang bisa masuk nanti akan memakai masker mungkin harus sehingga mereka bisa belanja aman 

"Ini mungkin salah satu upaya yang kita lakukan begitu juga mungkin kalau nanti diberlakukan mempersiapkan diri dengan segala hal karena kita khawatir nanti kalau lalai antara disiplin dengan kehidupan normal, kita kwatirkan akan terjadi gelombang kedua pandemi sangat mencemaskan kita semua," pungkasnya. (iloeng)

TerPopuler