Inforohil.com, Bagan Batu – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan seorang bocah perempuan bernama Rahma Ni Rohmani (11), anak dari pasangan Azahari dan Siti Hajar, warga Dusun Balam, Kepenghuluan Balai Jaya, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam video tersebut, kedua kaki Rahma tampak menghitam dan ia tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Dia disebut-sebut merupakan korban Bullying di sekolah. Bahkan narasi para netizen menyebutkan kejadian itu terjadi di wilayah Rokan Hilir.
Menanggapi viralnya video tersebut, Koordinator Tim Solidaritas Umat Berbagi (Sumber) Rohil, Suherman M.Ks, angkat bicara pada Media.
Suherman menegaskan bahwa video yang beredar luas itu memang benar merupakan kondisi Rahma yang menjadi korban dugaan bullying dan kekerasan di sekolah. Namun ia meluruskan bahwa peristiwa tersebut bukan terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, melainkan di SD Negeri 003 Lubuk Besar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
“Perlu kami luruskan agar masyarakat tidak salah paham. Kejadian ini bukan di Rohil, tetapi di Kabupaten Indragiri Hilir, dan kita tim Sumber Rohil tidak pernah menyebutkan kejadian tersebut ada wilayah Rohil, kebetulan orang tua dan korban adalah warga Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir,” tegas Suherman, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, insiden itu bermula saat Rahma sedang membersihkan ruang kelas. Saat itu ia menegur salah satu temannya berinisial “F” yang sedang bermain bola di dalam kelas. Tidak terima ditegur, siswa tersebut diduga menginjak kaki kiri Rahma menggunakan tumit hingga menyebabkan luka serius.
Selain itu, Rahma juga mengaku kerap mengalami tindakan perundungan dari teman sekelasnya.
Suherman mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles serta Kapolres Rokan Hilir melalui Kasat Intelkam Polres Rohil, agar informasi yang beredar di masyarakat tetap akurat dan tidak berkembang menjadi hoaks.
“Kami berharap masyarakat bisa menerima informasi yang benar dan tidak termakan isu yang menyesatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suherman menyampaikan bahwa kasus Rahma harus menjadi pelajaran bersama. Menurutnya, seluruh pihak mulai dari sekolah, guru, hingga orang tua harus lebih peduli terhadap keamanan dan kondisi psikologis anak-anak di lingkungan pendidikan.
“Kami dari Tim Sumber Rohil akan terus mengawal dan memperjuangkan hak-hak Rahma agar mendapatkan keadilan. Jangan sampai ada Rahma-Rahma baru yang menjadi korban dan kehilangan masa depannya,” tutup Suherman. ***








