Inforohil.com, Tanah Putih – Kerusakan parah di ruas jalan lintas Manggala–Pujud, tepatnya KM 22, Kabupaten Rokan Hilir kembali memantik perhatian publik. Setelah sekian lama tak kunjung mendapat penanganan memadai, warga kini mengekspresikan kekecewaan mereka dengan cara yang unik: menjadikan genangan berlumpur di badan jalan sebagai lokasi “wisata” dadakan.
Dalam beberapa hari terakhir, unggahan video dan foto warga yang mandi lumpur, memancing, hingga menanam pohon di genangan jalan viral di media sosial. Aksi kreatif yang bernada satire tersebut menggambarkan kondisi jalan yang berubah menjadi kubangan besar setiap turun hujan, menyerupai kolam dan rawan bagi pengguna kendaraan.
Salah satu video yang diunggah kreator lokal Ary Amza yang dipantau pada Minggu (28/12/2025) dirinya seolah “berenang” di tengah kubangan, sambil menyebut kondisi jalan sebagai alternatif destinasi liburan akhir tahun.
“Taun baru nanti gak usah bingung cari tempat liburan, sepanjang lintas Manggala Pujut udah banyak kolam,” ucapnya bernada sindiran.
Komentar warganet pun beragam, mulai dari humor hingga keluhan yang lebih serius:
“Mandi air belerang bang.”
“Awas ada lintah geh.”
“Buat kolam lele aja bang, kan lumayan.”
“Bekas kencing Wildan di situ bang, jangan mandi.”
“Gotong royong, gali lagi biar lebih dalam bang, enak mandinya.”
Di sisi lain, ada juga suara warga yang menuntut perhatian pemerintah.
“Ya Allah, udah parah gitu kemana pemerintahnya? Apa gak malu lihat jalannya udah jadi tempat pemandian,” tulis akun Putri Bonikem.
Tidak hanya aksi mandi lumpur, sejumlah foto menunjukkan warga membawa alat pancing dan berdiri di pinggir kubangan seolah memancing ikan. Bahkan ada yang menanam tanaman talas di tengah genangan, sebagai simbol betapa lamanya jalan tersebut dibiarkan rusak.
Warga sekitar menuturkan kerusakan jalan telah berlangsung lama dan semakin memburuk saat musim hujan. Akibatnya aktivitas masyarakat terganggu, kendaraan kerap terjebak, dan mobilitas ekonomi warga menjadi tersendat.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat tanda-tanda upaya perbaikan signifikan dari instansi terkait. Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak berwenang menindaklanjuti kondisi tersebut, mengingat ruas tersebut merupakan jalur penghubung penting bagi warga dan pelaku usaha.
“Kalau dibiarkan terus, jangan-jangan besok jadi tempat wisata resmi,” ujar salah satu warga dengan nada getir.
Aksi satire ini menjadi pengingat bahwa kerusakan jalan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan, ekonomi, dan martabat pelayanan publik. Warga menunggu, bukan lagi janji melainkan langkah nyata.
Seperti diketahui, jalan lintas Manggala – Pujud itu merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Rokan Hilir dengan Rokan Hulu. Dari informasi yang diperoleh, jalan tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau. ***










