Masih Banyak Pengangguran, Pemuda Ujung Tanjung Gelar Dialog Ketenagakerjaan dengan Sejumlah Perusahaan -->

Masih Banyak Pengangguran, Pemuda Ujung Tanjung Gelar Dialog Ketenagakerjaan dengan Sejumlah Perusahaan

Rabu, 06 Januari 2021, 12:07:00 PM
Link Banner

 


Inforohil.com, Ujung Tanjung - Pemuda Kepenghuluan Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih yang diketuai Indra Pratama menggelar Dialog Kepemudaan Tentang Tenaga Kerja dengan sejumlah perusahan yang beroperasi di Ujung Tanjung, Rabu (6/1/2021) di hotel bit.


Dialog ini digelar dikarenakan karena para pemuda merasa miris dengan kondisi yang ada saat ini. Pasalnya, dengan banyaknya perusahaan yang beroperasi di Ujung Tanjung, namun jumlah pengangguran masih banyak dari warga setempat.


Pada kesempatan itu turut hadir, dari Disnaker Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Kepala Bagian Hubungan Industrial Juni Rahmad, Anggota DPRD Rohil Hj Rusmanita, Sekdes Nazirman, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perwakilan beberapa perusahaan.


Joko Sekretaris Pemuda Ujung Tanjung dalam sambutannya mengatakan dialog ini bertujuan agar warga yang berdomisili di Ujung Tanjung bisa mendapatkan perhatian dari perusahaan yang beroperasi di Ujung Tanjung. 


Pasalnya, banyak perusahaan yang ada banyak memakai tenaga kerja dari luar daerah ujung Tanjung yang di pakai oleh perusahaan. Padahal tenaga kerja yang dibutuhkan adalah non skil, namun perusahaan tetap membawa tenaga kerja dari luar daerah.


"Seperti yang terjadi 2019 lalu, ada tiga orang warga kita bekerja disalah satu perusahaan diberhentikan tanpa alasan jelas. kami selaku pengurus Pemuda mempertanyakan kepada perusahaan tapi gak bisa beri alasan yang jelas. Ternyata informasi yang kami dapat, mereka telah memasukkan 5 orang dari luar," paparnya.  


Joko memaparkan, dari 10031 orang jumlah penduduk Ujung Tanjung, 6734 orang diantaranya telah berusia 17 tahun keatas. Jumlah pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan dan masih produktivitas untuk bekerja, tidak tamat sekolah 153 orang, SMP 75 orang, SMA 171 orang dan Sarjana 47 orang.


"Kami selama ini tahu diri, kami menuntut yang sesuai dengan kemampuan kami, masa supir dan tukang sapu pun harus dari sana," bebernya.


Sementara itu, Nazirman Sekretaris Penghulu merasa prihatin dan meminta agar hal ini jadi perhatian bersama seluruh pihak baik perusahaan maupun pemerintah. Menurutnya, dialog ini merupakan ide yang baik untuk bisa bekerjasama. 


"Harapan kami pengertian perusahaan ada, hari ini setiap perusahaan laporkan berapa orang karyawan kita yang ada, terimalah masyarakat kami sesuai kebutuhan perusahaan," pintanya.


Hj Rusmanita menambahkan, dalam Perda Kabupaten Rohil, untuk perusahaan yang beroperasi di Rohil wajib menerapkan 60 persen tenaga kerja lokal. Namun kenyataannya, sampai hari ini perda tersebut tidak dijalankan oleh perusahaan.


Oleh sebab itu, dia meminta agar Disnaker Kabupaten Rohil bertindak tegas kepada perusahaan yang melanggar aturan itu. Rusmita juga meminta agar perusahaan di Ujung Tanjung juga menguatama kan pekerja dari Ujung Tanjung.


"Kepada Disnaker kami juga meminta tolong agar nama nama perusahaan dan nama-nama masyarakat yang bekerja di Rohil, tapi tidak pernah diberitahu oleh Disnaker. Jadi sekali lagi kami mohon Disnaker transparan terhadap masyarakat," tegasnya. (Syawal)

TerPopuler