PUPR Rohil Jelaskan Proyek Jalan Baganbatu - Tanjung Medan Sesuai Spesifikasi Tenknis -->

PUPR Rohil Jelaskan Proyek Jalan Baganbatu - Tanjung Medan Sesuai Spesifikasi Tenknis

Selasa, 06 Oktober 2020, 4:10:00 PM
Link Banner
Dinas PUPR Rohil saat melakukan core base beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa)


Inforohil.com, Bagan Siapiapi - Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengklarifikasi terkait pemberitaan yang membanding-banding pekerjaan proyek DAK jalan lintas Bagan Batu - Tanjung Medan dengan proyek Provinsi Riau pekerjaan jalan Mahato - Simpang Manggala, Pujud.


"Ini perlu saya klarifikasi, pekerjaan itu sudah sesuai spek, dari jenis item pekerjaannya saja sudah berbeda apalagi nilai penawarannya mutlak hak kontraktor yang ikut tender," kata Kepala Dinas PUPR Rohil, Jon Syafrindow melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Raja Yulistri, Selasa (06/10/2020).


Dijelaskannya lagi, bahwa yang menyebabkan perbedaan itu jenis pekerjaan dan penawaran kontraktor saat ikut lelang serta tingkat penanganan pekerjaan tersebut.


"Ada lagi, yang katanya menyebutkan kalau dilihat lebih susah disana, itu kata siapa.? Coba lihat pekerjaan kita diatas tanah lumpur sedangkan proyek propinsi yang dibandingkan dengan ini pekerjaannya diatas aspal lama," kata Raja lagi.


Yang tidak kalah penting lagi dalam pemberitaan tersebut menyebutkan seolah-olah diduga sudah terjadi penyimpangan.


"Kami sangat menyayangkan dan bertanya tanya mana surat konfirmasi yang katanya sudah dikirim ke Dinas PUPR Rohil, sampai hari ini kami belum menerima dan dugaan penyimpangan yang dimaksud tidak mendasar.

Saat melakukan survey sebelum pekerjaan dimulai, tim Dinas PUPR Rohil diberhentikan sejumlah elemen masyarakat termasuk Datuk Penghulu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar jalan di Kepenghuluan Pondok Kresek diperbaiki sehingga dilakukan pengaspalan dari Dana Alokasi Khusus tersebut.


Jalan lintas Bagan Batu - Tanjung Medan ini dibangun berdasarkan usulan dan kebutuhan masyarakat. Awalnya pihak Dinas PUPR Rohil melakukan survey dan ditemukan dua titik pekerjaan sehingga rencana kontrak pekerjaan yang dibuat juga menjadi dua titik. 


"Ini sekedar menjelaskan, memang sejak awal kita survey ditemukan dua titik yang dianggap sangat perlu dilakukan pembangunan. Apalagi saat itu bersamaan aparat seperti pihak Polsek, Koramil, Anggota DPRD Rohil dan Kepala Desa serta masyarakat setempat meminta dan mengusulkan pembangunan pada titik yang rusak parah tersebut," pungkasnya. (iloeng**)

TerPopuler