Demo Soal Beasiswa, Mahasiswa Bantah Dituding Pragmatis dan Ada Unsur Politisasi -->

Demo Soal Beasiswa, Mahasiswa Bantah Dituding Pragmatis dan Ada Unsur Politisasi

Selasa, 27 Oktober 2020, 1:00:00 PM
Link Banner


Inforohil.com, Bagansiapiapi - Puluhan masiswa yang tergabung dalam dalam gerakan aliansi mahasiswa Rokan Hilir menggugat, menggelar aksi demonstrasi, Selasa (27/10/2020) di depan mess Pemda Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). 


Dalam aksinya, mereka hanya menuntut transparansi penyaluran dana bantuan beasiswa yang dikeluarkan oleh Biro Kesra dan Baznas Kabupaten Rohil.


Dalam aksi ini, koordinator aksi adalah Syaiful Anwar  (dari Abdulrab), Daruli (Ar Rido), Riki Dermawan ( Ar Rido), Rio Fadillah (HIMAPPI).


Dalam orasinya, Riki Dermawan menegaskan aksi mereka adalah murni pergerakan mahasiswa. Mereka membantah kalau mereka dikatakan pragmatis ingin dapatkan bantuan beasiswa dua sekaligus dari Biro Kesra dan Baznas. 


Menanggapi stigma negative yg ditujukan kepada aliansi Mahasiswa gerakan Rohil menggugat, Presiden Mahasiswa STAIR Ar Ridho Riki Dermawan meminta agar rekan rekan mahasiswa tak memusingkan tudingan yang menyebut bahwa aksi demo dengan tuntutan transaparansi anggaran kesra dan dana ummat yg dikelola oleh Baznas ditunggangi. Menurut dia, tudingan tersebut adalah hal yg lumrah. 


"Jadi kalau ada tuduhan-tuduhan demo ini dimobilisir, ditunggangi, ya biasa saja. Kita maklumi sajalah, saya rasa mereka terlalu lebay," ujar Riki dengan nada tertawa.


Menurut dia, setiap mobilisasi massa pasti ada yang menunggangi. Namun, Riki meyakinkan bahwa aksi demo mahasiswa yg tergabung dalam aliansi gerakan Rohil menggugat tak ditunggangi demi kepentingan elite dan kelompok tertentu, tapi melainkan untuk kepentingan mahasiswa selaku generasi bangsa.


"Jadi kalau ini gerakan aksi mahasiswa ada yang bilang ini dimobilisir, harusnya biasa-biasa saja, jadi kita selaku aktivis ini tidak perlu cengeng. Lagi pula mobilisir ini tujuannya untuk keadilan dan untuk kepentingan bangsa, itu saja," jelasnya.


Dia pun meminta agar gerakan mahasiswa yang menuntut transparansi anggaran hibah bantuan pendidikan di kesra dan dana ummat yg dikelola oleh Baznas ini tidak hanya dilakukan sekali saja. 


Riki mengatakan setiap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat harus terus dikawal oleh gerakan mahasiswa.


"Demo ini jangan sekali dua kali, kita harus pastikan kinerja mereka tidak semena-mena, sebelum semuanya tuntas, aksi ini harus terjadi besok, besok, dan seterusnya. Jadi aktivis itu bukan sehari dua hari, tapi sejak jadi mahasiswa sampai dia lulus itu harus menegakkan keadilan," tutup Riki 


Dalam aksi unjuk rasa itu, mahasiwa merasa belum keputusan yang jelas. Oleh sebab itu, mereka berjanji akan membawa massa yang lebih banyak lagi. Bahkan mereka akan melakukan aksi di depan kantor Kejari Rohil agar Kejari melakukan pemeriksaan terhadap dua instansi itu. 


"Seharusnya hari ini jumlah kita banyak, tapi banyak yanhg tidak hadir karena adanya tekanan oknum tertentu. Jadi dalam waktu dekat apabila tidak terealisasi tuntutan kami,  maka kami akan lanjut lagi unjuk rasa," pungkasnya. (syawal

TerPopuler