Mahasiswa Merasa Dilecehkan, SPBU Pujud Pakai Hidrometer Uji Takar BBM

Mahasiswa Merasa Dilecehkan, SPBU Pujud Pakai Hidrometer Uji Takar BBM

Rabu, 03 Juni 2020, 7:35:00 AM
Link Banner
Foto kolase pengujian sampel BBM yang dilakukan IPMKP. 

Inforohil.com, Pujud - SPBU Pujud (14.289.6129) yang beralamat di Jl. Lintas Pujud – Mahato, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) diduga volume Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak sesuai takaran.

Dan setelah dilakukan audiensi dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Pujud (IPMKP) Pekanbaru dan meminta pihak SPBU untuk melakukan pengukuran BBM dengan Bejana, malah pihak SPBU menggunakan Hidrometer sebagai alat ukur, padahal alat itu merupakan untuk mengecek suhu minyak dan atau kualitas minyak.

Dugaan takaran BBM tidak sesuai tersebut bermu atas keluhan masyarakat Pujud karena adanya kejanggalan yang terjadi pada setiap pengisian Bahan Bakar Minyak yang berbeda-beda disetiap harinya.

Hal itu diperkuat dengan adanya beberapa sampel minyak seperti Premium, Pertalite, Pertamax dan Solar yang dilakukan pengukuran oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Pujud (IPMKP), secara kasat mata berbeda volume ukuran disetiap sampel tersebut dan tidak sesuai.

Oleh sebab itu, pada hari Rabu (13/05/2020) Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Pujud yang (IPMKP) Pekanbaru sekitarnya melakukan Audiensi bersama Manajer SPBU dengan membawa sampel Bahan Bakar Minyak untuk meminta transparansi mengenai permasalahan tersebut. 

"Ketika melakukan audiensi, ada kejanggalan yang terjadi. Kami meminta pengukuran volume minyak dilakukan dengan menggunakan alat ukur Bejana," ungkap ketua umum IPMKP, Rido Juspriansyah dalam rilis yang diterima wartawan, Selasa (02/06).

Namun, lanjut Rido, pihak SPBU menolak permintaan mahasiswa karena dengan alasan SPBU beberapa waktu yang lalu baru saja di Tera oleh pihak Badan Metrologi Kabupaten Rokan Hilir dan segel dispenser tidak bisa di buka secara mendadak, kata pihak manager SPBU.

"Jika kita melihat hal tersebut tidak ada kaitannya mengukur volume minyak dengan hasil Tera yang dilakukan oleh Badan Metrologi Kabupaten Rokan Hilir. Dan ketika kita mengukur volume minyak seharusnya pihak SPBU tidak harus membuka segel yang ada di dispenser minyak," pungkasnya. 

Menurut Rido, siapa saja berhak meminta pihak SPBU untuk mengukur volume jika ada kejanggalan yang terjadi, bahkan pihak SPBU harus selalu mengukur Volume minyak setiap hari supaya volume minyak tetap stabil.

Kejanggalan selanjutnya yang ditemukan yaitu ketika mahasiswa tetap meminta pihak SPBU melakukan pengukuran volume minyak dengan menggunakan Bejana.

Pihak SPBU mencoba menipu mahasiswa dengan mengeluarkan alat berupa Hidrometer yang berfungsi untuk mengukur suhu dari minyak dan mempraktekkan alat tersebut seakan-akan mereka sudah melakukan pengukuran volume minyak. 

Tindakan itu menjadi tanda tanya besar tindakan yang dilakukan pihak SPBU. Masalah ini langsung direspon oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Pujud (IPMKP) Pekanbaru. 

“Kami adalah Agen Of Change dan kami dikuliahkan oleh orangtua kami bukan untuk mejadi orang yang bisa dibodohi begitu saja. Ketika kami melakukan Audiensi bersama pihak SPBU, kami sudah mempelajari dan memahami mengenai BBM dan SPBU," ujarnya kesal.

Dikisahkan Rido, ketika itu pihaknya meminta alat ukur untuk memastikan isu yang berkembang di masyarakat itu benar atau salah, pihaknya pun meminta Bejana sebagai alat ukur standar yang harus dimiliki oleh SPBU, karena bejana itu adalah alat ukur volume dari bahan bakar minyak, dan bejana itu terbagi dua bagian yaitu Bejana 20/60 dan Bejana 10/30. 

"Nah, menurut informasi dan referensi yang kami dapat, setiap SPBU itu minimal memiliki Bejana 10/30 untuk alat ukur Bahan bakar Minyak (BBM). Namun, sayangnya pihak SPBU mengeluarkan hidrometer sebagai alat ukur untuk minyak tersebut," bebernya.

Karena yang pihaknya ketahui bahwa hidrometer itu adalah alat pengukur suhu untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), disini tindakan SPBU sangat melecehkan mahasiswa, karena telah mempermainkan dan mencoba menipu mahasiswa, terlebih lagi berbohong pada masyarakat.

Tindakan yang dilakukan oleh pihak SPBU terhadap kami merupakan tindakan yang membuat kecurigaan kami semakin yakin jika volume minyak sudah dikurangi. 

"Kami dari mahasiswa akan mengawal penuh atas kejadian ini dan akan menuntut jika kasus ini benar terjadi terhadap pihak SPBU dan pihak yang bersangkutan tentang hal ini," tegasnya. (rilis)

TerPopuler