Jalinsum di Rohil Longsor, Diduga Akibat Gorong-gorong Tidak Sesuai Bestek -->

Jalinsum di Rohil Longsor, Diduga Akibat Gorong-gorong Tidak Sesuai Bestek

Minggu, 01 November 2020, 8:34:00 PM
Link Banner
Pihak Kementerian PUPR yang tanpak turun langsung di titik jalan nasional yang rusak, Minggu (01/11).


Inforohil.com, Balai Jaya - Longsornya badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di KM 39 Kepenghuluan Pasir Putih Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang terjadi pada Minggu (01/11/2020) sekira pukul 03.00 wib dinihari, sempat membuat arus lalulintas mengalami kemacetan.


Dari pantauan awak media, Minggu (01/11) sekira pukul 16.00 wib, arus lalulintas dialihkan dengan melewati halaman sebuah rumah makan dengan sistem buka tutup yang diarahkan oleh Pemuda Setempat (PS).


Badan jalan yang longsor tampak sedang diperbaiki oleh pekerja rekanan Kementerian PUPR dengan menggunakan alat berat.


Sementara disisi bahu jalan, tampak pekerja sedang memasang 'Brojong' menyambung Turap yang sudah lama terpasang.


Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Riau I Kementerian PUPR, Erison yang berada di lokasi menyatakan dugaan longsornya badan dan bahu jalan itu selain faktor alam, diduga akibat gorong-gorong yang tidak kuat menahan beban kendaraan melintas.


Dimana gorong-gorong yang tampak menganga juga terlihat tipis, sementara truk yang melintas dengan beban muatan puluhan ton. 

Gorong-gorong yang tampak pecah diduga tidak sesuai spesifikasi.


Ketika disinggung apakah Gorong-gorong yang dimaksud tidak sesuai dengan spesifikasi, Erison mengatakan tergantung beban di atasnya. Menurutnya, kalau kendaraan yang melintas mobil pribadi, jangankan gorong-gorong, pipa PVC pun tahan. Akan tetapi jika Jalan Lintas umum, tentunya tidak sesuai dengan spesifikasi.


"Kalau mobil pribadi ya pipa saja cukup, kalau jalan lintas ya kurang lah (spesifikasinya). Itu saja sih penyebabnya," ungkapnya.


Dan ketika disinggung berapa lama perbaikanbya, Erison mengaku karena faktor alam dan ini merupakan jalan utama, sehingga perbaikan harus dilakukan sebelah sebelah, diperkirakan waktunya paling lama 1 bulan.


"Paling lama sebulanan gitu, paling lama ya, inikan lagi musim hujan," terangnya.


Erison juga menjelaskan bahwa sebelum terjadinya longsor yang cukup parah, pihak rekanan sedang mengerjakan perbaikan bahu jalan dengan memasang Brojong.


Hal itu juga dikarenakan badan jalan sudah tampak terlihat retak-retak, sehingga perlu dilakukan perbaikan bahu jalan.


Dan ketika disinggung Turap yang lama apakah diganti atau tidak, ia menyebutkan tergantung pondasinya apakah harus diganti atau bisa diperbaiki. Apalagi dinding turap itu juga tampak masih kokoh.


"Kita lihat nanti, kalau masih bisa dipakai, ya kita pakai, kalau tidak mungkin nanti diganti," tandasnya.


Sementara itu, Camat Balai Jaya Samsuhir S.Pd yang dikonfirmasi melalui sambungan selulernya berharap perbaikan badan jalan itu segera rampung dikerjakan.


"Harapan kita secepatnya selesai mengingat itu merupakan jalan utama, jalan nasional," ujarnya berharap.


Dia juga membenarkan bahwa bahu jalan itu juga sedang dikerjakan karena awalnya Aspal sudah terlihat retak-retak.


"Jadi sebelum kejadian (longsor), sudah terlihat retak-retak, dan tidak lama kemudian dilakukan perbaikan di bahu jalan," bebernya. (iloeng)

TerPopuler