Bantuan Sembako Cuma Dapat Sedikit, Ternyata Begini Ceritanya..

Bantuan Sembako Cuma Dapat Sedikit, Ternyata Begini Ceritanya..

Kamis, 23 April 2020, 11:52:00 AM
Link Banner
Foto mixer tangkaan layar postingan netizen, akun Rachmat Riant. 


Inforohil.com, Tanjung Medan - Sempat membuat heboh Warganet lantaran pembagian Sembako bantuan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kepada masyarakat hanya mendapatkan jumlah paket tidak pada umumnya, dan ternyata hal itu diklarifikasi oleh Datuk Penghulu (kepala desa) setempat.

Hal itu diposting salah satu akun Facebook, Rachmat Riant yang pada mulanya dalam postingannya justru dia bersyukur atas bantuan dari pemerintah, Rabu (22/04/2020) kemarin.

Pada postingannya, di daerah dia, Kepenghuluan Tanjung Medan Barat Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rokan Hilir mendapatkan bantuan berupa gula 1/4 Kg, Minyak Goreng 1/4 Kg, Mie Instan Indomie 8 bungkus, telur 7 butur dan beras 2,5 Kg untuk 1 KK.

Dipostingan itu dia juga menyebutkan mudah-mudahan bantuan itu sesuai prosedur dan yang dikasih tanggung jawab untuk menyalurkan bantuan semoga amanah.

Berikut postingannya:
"Alhamdulillah Merasa bersyukur !...
Dalam situasi seperti ini, hari ini Rabu 22 April 2020 pembagian bantuan Covid di daerah kami di Kepenghuluan Tanjung Medan Barat Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rokan Hilir.
Bantuan gula 1/4, minyak makan 1/4, Indomie 8 bungkus, telur 7 butir dan beras 2.5kg dalam 1 KK.
Mudah2an sesuai prosedurnya,  dan yg dikasih tangung jawab utk penyalurannya semoga AMANAH.
Krn masih byk saudara saudara kita diluar sana yg belum dapat menerima bantuan."


Yang membuat heran, di kolom komentar ia menyebutkan bahwa ada pihak yang menyuruh untuk menghapus postingannya. Padahal dalam postingannya, dia tidak menyalahkan namun hanya sebagai ungkapan rasa syukur.

Postingan itu pun mendapatkan berbagai tanggapan dan dishare warganet lainnya. Banyak yang menduga, bantuan itu disunat oknum karena jumlahnya hanya sedikit, namun setelah dikonfirmasi, begini ceritanya.

Datuk Penghulu Tanjung Medan Barat, Sugianto yang dikonfirmasi via Selulernya pada Rabu (22/04/2020) malam kemarin meluruskan informasi tersebut.

Menurutnya, di Dusun 02 Beto Bawah itu, bantuan dari pemerintah juga dibagikan kepada warga yang tidak terdata kategori susah terlebih dalam masa Pandemi Covid-19 ini. Begitu juga dengan Raskin bantuan pemerintah, yang terdata mendapatkan bantuan lebih banyak dan yang tidak terdata tetap mendapatkan bantuan.

Dijelaskan Sugianto, jumlah KK di Dusun 2 Beto itu totalnya sebanyak 126 KK dan yang terdata mendapat PKH sebanyak 12 KK. 

Sementara yang bantuan sembako hanya terdata 34 KK. Dan sejak masa pemerintahan kepenghuluan sebelum ia menjabat, ternyata hal itu sudah dilakukan untuk berbagi kepada warga lainnya.

"34 Paket sembako itu dibagi kepada warga lainnya sebanyak 114 KK, biasanya yang namanya terdata, berhak mendapatkan lebih banyak bagian, misalnya dari jumlah yang ada, setengah untuk yang namanya terdata, sisanya dibagi untuk yang tidak terdata. Sementara untuk PKH tidak mendapatkan bantuan karena sudah mendapat bantuan dari pusat," katanya.

Menurut penghulu, bantuan dibagi kepada warga lainnya itu juga merupakan hasil dari musyawarah Dusun, BPKep, RT/RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Terkait adanya oknum yang menyuruh untuk dihapus, lanjut Sugianto kembali adalah karena agar hal itu tidak menjadi bias.

"Itu permintaan perangkat di Dusun, karena kata mereka kalau diposting, takutnya saya selaku penghulu menurut para perangkat di Dusun 2, saya nanti bisa diprotes. Dan persoalan itu juga, para Kadus, RT RW dan lain sebagainya siap mempertanggungjawabkan. Jadi begitulah ceritanya bang," ungkapnya. (iloeng)

TerPopuler