Hari Kedua Pemadaman Karhutla di Mumugo, TNI Polri Masih Berjibaku

Hari Kedua Pemadaman Karhutla di Mumugo, TNI Polri Masih Berjibaku

Minggu, 01 Maret 2020, 1:34:00 PM
Link Banner
Kondisi lahan yang terbakar di Mumugo, Kecamatan Tanah Putih. Ahad (01/03). (Foto: Koramil 02/TP)

Inforohil.com, Tanah Putih - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kepenghuluan Mumugo, Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), TNI Polri bersama tim lainnya yang termasuk tim Subsatgas Posko 5 masih berjibaku memadamkan titik api dihari kedua, Ahad (01/03/2020).

Danramil 02/TP Kapten Inf Khairul Anwar kepada wartawan mengatakan bahwa pemadaman itu langsung dipimpin oleh Dandim 0321/Rohil Letkol Arh Agung Rachman Wahyudi SiP, Mi.Pol, sementara dari pihak kepolisian dipimpin Kapolsek Tanah Putih AKP Bambang. 

"Dihari kedua ini, kembali kita lakukan pemadaman di Mumugo, tepatnya di RT 01 RW 03 Jln Perbatasan Sepadan Dusun Rokan Kaya, dengan titik Koordinat E 1° 36’ 40’’ N 101° 16’ 49’’," kata Kapten Khairul. 

Disebutkannya, kebakaran itu merupakan imbas dari kebakaran di wilayah Kota Dumai dan lokasi yang terbakar bekisar 2 Hektar. "Hotspot terdeteksi di satelit sejak tanggal 28 Februari kemarin," sebutnya. 

Kuat personil dalam pemadaman Karhutla itu lanjut Danramil, terdiri dari 22 orang TNI Koramil 02/TP, Polri 17 orang, aparat pemerintah kecamatan dan kepenghuluan 15 orang, masyarakat 30 orang dan MPA 10 orang. 

"Jenis lahan yg terbakar adalah Tanah Gambut  dengan jenis tanaman semak belukar, pemilik Sihotang alamat Dumai dan masih dalam penyelidikan Polsek Tanah Putih," kata Danramil lagi. 

Dalam proses pemadaman itu, tim Subsatgas Posko 5 sedikit mengalami hambatan diantaranya asap yang cukup tebal, jarak tempuh dari Koramil 02/Tanah Putih bekisar 40 KM dan kurangnya cadangan air, serta angin yang cukup kencang.

Selain itu cuaca yang terik dengan suhu udara  34°C, dan kedalaman Gambut lebih dari 10 meter, serta banyaknya bahan bakar kering yang mudah terbakar.

Sementara alat yang digunakan untuk pemadaman terdiri dari 2 unit mesin Robin, 7 unit alat Mini straiker, 6 unit Sambunesia, 1 unit Firman, Sibaura 2 unit, kendaraan roda 4 sebanyak 7 unit, Roda 2 25 unit dan Excavator 2 unit.

"Kondisi sampai kini belum padam, titik api masih menyebar atau meluas," pungkasnya. (iloeng)

TerPopuler