Antisipasi, TNI Polri Patroli Sekaligus Sosialisasi Karlahut

Antisipasi, TNI Polri Patroli Sekaligus Sosialisasi Karlahut

Jumat, 28 Februari 2020, 2:47:00 PM
Link Banner
TNI Polri di Kecamatan Simpang Kanan melaksanakan Patroli, titik api nihil. (Foto: Koramil 03/Bgs) 

Inforohil.com, Simpang Kanan - Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut), Babinsa Koramil 03/Bgs bersama Polri dari Sektor Simpang Kanan terus meningkatkan patroli, Jumat (28/02/2020).

Selain patroli yang dipusatkan di Kepenghuluan Bukit Damar Kecemamatan Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir, tim juga melakukan sosialisasi ke SMK Negeri 1 Bukit Damar. 

Danramil 03/Bgs Kapten Inf Y Mendrofa mengatakan giat patroli dan sosialisasi itu terdiri dari 4 orang personil TNI yang dipimpin Danpos Simpang Kanan, Pelda S Fuad dan Bhabinkamtibmas, Sekdes dan MPA

Rute patroli dimulai dari wilayah Kepenghuluan Bagan Nibung dilanjutkan ke wilayah Kepenghuluan Bukit Damar yang sekaligus sosialisasi di sekolah. 

"Dari hasil giat Patroli gabungan antisipasi Karlahut yang dilakukan diwilayah Kecamatan Simpang kanan, sejauh ini tidak ditemukan adanya titik api (titik api Nihil)," ungkapnya.

Selain melakukan patroli dan sosialisasi Karlahut, patroli gabungan itu juga para personil memberikan himbauan kepada masyarakat agar antisipasi terhadap api. Apabila ditemukan titik api, kata Mendrofa, diharapkan segera berkordinasi dengan personil TNI-Polri. 

"Personil patroli gabungan juga memberikan himbauan kepada masyarakat tentang antisipasi Karlahut dan larangan untuk membuka lahan dengan cara membakar guna mengantisipasi terjadinya titik api khusunya di wilkum Polsek simpang kanan," terangnya.

Selanjutnya dilakukan sosialisasi di SMK 1 Bukit Damar, para guru dan siswa-siswi tanpak serius mendengar arahan baik dari TNI maupun Polri tentang bahaya membakar lahan dan hutan. 

"Sebab, dampak yang ditimbulkan akibat membakar lahan sangat merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan," pungkasnya. 

Sosialisasi itu dilaksanakan ke sekolah bukan tanpa sebab, lanjut Mendrofa, sebab dengan memberikan pemahaman akan bahaya Karlahut kepada pelajar secara tidak langsung dapat memutus mata rantai pola pikir masyarakat dalam membuka lahan dengan cara dibakar. 

"Diharapkan dengan sosialisasi itu, adik-adik pelajar juga bisa menyampaikan kepada teman di lingkungannya tentang bahaya membakar lahan," ujarnya. (iloeng)

TerPopuler