Desa di Rohil ini Panen Ubi Raksasa 35 Kg Perpohon, Sawit Bisa Kalah Hasilnya -->

Desa di Rohil ini Panen Ubi Raksasa 35 Kg Perpohon, Sawit Bisa Kalah Hasilnya

Kamis, 17 Oktober 2019, 4:18:00 PM
Link Banner
Kiri kanan: Camat Bagan Sinembah Sakinah SSTP Msi, Datuk Penghulu Pelita Riswanto, Penghulu Jadi Makmur H Sukardi, Kasi Trantib Zulfikar dan Penghulu Bakti Makmur, Sucipto bersama ibu dengan bobot 35 kilogram 1 pohon. 

Inforohil.com, Bagan Sinembah - Desa atau kepenghuluan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yakni Kepenghuluan Pelita Kecamatan Bagan Sinembah ini panen ubi percontohan. Baru usia 7 bulan, bobot ubi kayu hasil inovasi masyarakat itu 1 pohon mencapai 35 Kilogram.

Datuk Penghulu Pelita, Riswanto kepada inforohil.com, Kamis (17/10) menyampaikan program itu masih merupakan percontohan bahwa selain bercocok tanam kelapa sawit, bercocok tanam Ubi juga memiliki potensi yang bahkan ditaksir menghasilkan lebih dari perkebunan kelapa sawit.

"Ini targetnya 1 tahun, dan baru 1 hektare yang baru ditanam oleh kelompok tani Pelita, dan ternyata baru usia 7 bulan saja, bobotnya sudah mencapai 35 kilogram," terangnya.

Dijelaskan Datuk Penghulu yang sederhana itu, Ubi tersebut merupakan campuran atau kawinan antara ubi roti dan ubi karet. "Dibawhnya ubi roti, bagian atas ubi karet," bebernya.

Dan rencananya, untuk mengelola hasil panen akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Kepenghuluan (BUMKep) Pelita baik dalam bentuk berupa panganan atau dijual mentah.

Di lahan tersebut, ubi ditanam secara periode agar hasilnya tidak sekali panen saja. Dan untuk masa panen yang baik, akan dilakukan setelah berusia 1 tahun.

"Selain itu, ubi ini merupakan contoh agar masyarakat bisa mencari alternatif komoditas selain menanam kelapa sawit," tandasnya.

Senada, Camat Bagan Sinembah Sakinah SSTP Msi yang pada usai melaksanakan upacara hari 17 berkesempatan meninjau ke lokasi bersama datuk penghulu lainya.
Sakinah saat melihat bibit batang ubi roti yang dikawinkan dengan ubi karet. 

"Ini penghasilannya sangat lumayan dibandingkan dengan sawit, dan kerennya ini hasil inovasi dari petani Kepenghuluan Pelita itu sendiri," ujarnya salut. (iloeng)

TerPopuler