Bupati Dodos Bunga Calon Buah Sawit yang Ditanam Jokowi di Rohil -->

Bupati Dodos Bunga Calon Buah Sawit yang Ditanam Jokowi di Rohil

Selasa, 22 Oktober 2019, 12:58:00 PM
Link Banner
Bupati Rohil H Suyatno Amp saat melakukan Kastrasi di pohon sawit yang ditanam oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 2017 lalu. 

Inforohil.com, Bagan Sinembah - Bupati Rokan Hilir,  H Suyatno Amp yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, drh H Isa Ahmadi serta Ketua Apkasindo Rokan Hilir, Tommy Sihombing secara langsung meninjau tanaman sawit hasil Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

"Alhamdulillah, hari ini saya bersama dengan Kepala Dinas dan Apkasindo serta Upika Bagan Sinembah kembali meninjau langsung sawit hasil dari program PSR yang ditanam langsung oleh bapak presiden Jokowi beberapa waktu lalu," kata Bupati Rokan Hilir, H Suyatno Amp, Selasa (22/10).

Bahkan selain meninjau, orang nomor satu di negeri seribu kubah ini juga tak segan-segan memegang dodos untuk melakukan pemangkasan terhadap bunga calon buah sawit (Kastrasi) pada pohon sawit yang ditanam Joko Widodo (Jokowi).

"Kalau menurut keterangan dari Ketua Apkasindo (Tommy, Red) bahwa yang saya lakukan tadi itu adalah Kastrasi yang bertujuan membuang bunga yang menjadi buah pasir dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan batang dan daun," kata Suyatno kembali.

Dan menurut Bupati, bahwa tanaman sawit tersebut juga sudah dipantau langsung oleh pihak kementerian. "Semoga kedepannya perkembangan sawit di Rokan Hilir khususnya di Bagan Sinembah ini dapat semakin bagus dan mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat," harap Suyatno.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Rokan Hilir, drh Isa Ahmadi kepada wartawan juga menyebutkan, bahwa Kastrasi tersebut dilakukan untuk menekan pertumbuhan generative dan merangsang pertumbuhan vegetatif.

"Selain itu kastrasi sangat berguna bagi tanaman yaitu memutus siklus hama tandan, seragamnya berat tandan, mempercepat pertumbuhan batang atau pokok KS. Saat panen dilakukan, TBS yang dihasilkan telah mencapai berat standar PKS. Mengurangi kelembapan pada tanaman yang dapat memicu tumbuhnya jamur parasit," kata Isa.
Bupati foto bersama usai melakukan Kastrasi, Selasa (22/10).

Dan Kastrasi ini dilakukan saat pokok kelapa sawit mulai menghasil bunga/buah pada umur 18 bulan.

"Kastrasi dilakukan sebanyak 3 rotasi dengan interval 2 bulan. Maka kastrasi dilakukan pada umur tanaman 18, 20 dan 22 bulan. Pada rotasi rotasi 1 dan 2 bunga jantan dan bakal buah baik yang telah membuka maupun yang telah tertutup seludang dibuang Pada rotasi ke-3  buah di buang yaitu hanya bunga betina yang telah membuka atau dipastikan hanya bunga betina sedangkan bunga jantan dan bunga yang belum membuka ditinggal," terang Isa kembali. (iloeng)

TerPopuler