Limbah PKS PT Tian Mengalir ke Pemukiman, Warga Desak DLH Rohil Tinjau Lokasi -->

Limbah PKS PT Tian Mengalir ke Pemukiman, Warga Desak DLH Rohil Tinjau Lokasi

Sabtu, 31 Agustus 2019, 5:20:00 PM
Link Banner
Warga yang mengeluhkan bau limbah, Wahidi dan Amini saat menunjukkan lokasi parit persis di sebelah rumahnya.

Inforohil.com, Balai Jaya - Diduga limbah cair milik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Tian Tujuh Puluh Utama yang beralamat di jalan lintas Riau-Sumut KM 39 Balai Jaya, Kecamatan Balai Jaya mengalir ke pemukiman.

Berdasarkan penelusuran awak media pada Sabtu (31/8) siang, aliran diduga limbah PKS PT Tian Tujuh Puluh Utama itu mengalir ke parit alam yang melintasi Dusun Sei Kundur, Kepenghuluan Pasir Putih, Kecamatan Balai Jaya.

Pantauan di lokasi, air parit alam tersebut tampak berwarna hitam pekat dan mengeluarkan aroma bau seperti limbah PKS pada umumnya.

Salah satu pasangan suami istri, Wahidi (65) dan Amini (60) warga RT 02/RW 01 Dusun Sei Kundur, Kepenghuluan Pasir Putih ini mengeluhkan bau limbah PKS tersebut.

Pasalnya, rumah pasangan kakek nenek itu, persis disebelah parit yang aliran hulunya di lokasi PKS PT Tian Tujuh Puluh Utama tersebut.
Aliran parit yang persis berbatasan dengan perkebunan kelapa sawit PT Salim Ivomas Pratama. 

"Kalau malam hari, baunya semakin menyengat. Sejak bulan Empat (April, red) sudah mulai bau dan belakangan hampir setiap hari seperti ini," kata Amini.

Dia juga menjelaskan bahwa jika hujan turun, bau limbah berangsur hilang karena dibawa arus air hujan dari hulu parit, namun rumahnya tergenang air dan dugaan limbah masuk ke halaman dan rumahnya. Dan pada saat musim kemarau seperti sekarang ini, bau limbah acap kali dihirup kedua pasangan ini dan warga lainnya.

Wahidi juga mengatakan bahwa beberapa waktu lalu, ada oknum yang datang ke rumahnya dan meminta izin agar parit yang disebelah rumahnya dinormalisasi atau didalamkan, namun beberapa hari kemudian malah air limbah yang turun.

Ia pun berharap pihak perusahaan memiliki empati terhadap warga masyarakat sekitar yang berdampak aliran limbah dan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Karena kami khawatir, air sumur kami tercemar limbah," tukasnya.

Ia juga berharap pihak pemerintah kabupaten dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) turun ke lokasi meninjau apakah alur limbah PKS PT Tian Tujuh Puluh Utama sudah sesuai prosedur atau tidak dan jika tidak sesuai, agar segera dibenahi.

Senada, warga lainnya, Suryadi yang juga merupakan anggota Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep) Pasir Putih mengaku gerah dengan bau limbah dari parit yang tidak jauh dari rumahnya tersebut.
Suryadi, salah satu warga yang berdampak akibat diduga limbah PKS PT Tian Tujuh Puluh Utama saat menunjukkan lokasi parit. 

Bahkan pihaknya juga sudah menyurati perusahaan dengan tembusan kepala desa namun tidak kunjung membuahkan hasil.

"Maunya kami, ya duduk satu meja untuk menyelesaikan permasalahan limbah itu. Yang paling utama ya limbahnya jangan mengalir ke parit lagi, agar warga tidak menghirup bau tak sedap," pungkasnya.

Dan hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan dan Dinas Lingkungan Hidup Rohil belum dikonfirmasi terkait desakan masyarakat tersebut. (iloeng)

TerPopuler