Disambar Petir, Nakhoda Kapal Nelayan Meninggal Dunia

Disambar Petir, Nakhoda Kapal Nelayan Meninggal Dunia

Selasa, 28 Mei 2019, 5:02:00 PM
Link Banner

Inforohil.com, Panipahan - Seorang nakhoda kapal nelayan yang diketahui bernama Ramlan (58) warga jalan Bawal Bagansiapi-api, kecamatan Bangko meninggal dunia saat berada diatas kapal motor yang dikendalikannya.

Berdasarkan data yang dirangkum dari Koramil 04/Kubu menyebutkan bahwa penyebab kematian korban ini disebabkan tersambar petir saat di dalam kapal.

Korban pada saat kejadian, Selasa (28/5) sekira pukul 03.12 wib, saat itu sedang mengendalikan kapal nelayan milik Hwa Tjuan (52) warga jalan Udang kepenghuluan Panipahan kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) dengan mengangkut empat orang Anak Buah Kapal (ABK), yakni Amin (21) yang tidak lain adalah anak korban, Arif (29) warga kepenghuluan Panipahan,  kecamatan Pasir Limau Kapas, Edi (40) warga jalan Bandar Baru kepenghuluan Teluk Pulai,  kecamatan Palika dan Agus Salim (48) warga Tanjung Balai Asahan, Sumut.

Danramil 04/Kubu Kapten Inf Alfarisi kepada inforohil.com menyampaikan bahwa pada saat kejadian, cuaca disekitaran perairan Tanjung Mangsi,  Sumut itu hujan yang diiringi dengan petir. Pada saat itu rombongan nelayan tersebut baru selesai menarik jaring ikan dan memasukkan es kedalam kotak Fiber ikan.

Dimana, korban sebagai nakhoda kapal sedang duduk memegang kemudi. Namun, tiba-tiba petir menyambar alat komunikasi kapal (Orari) yang terletak dibelakang korban sehingga membuat alat komunikasi itu terbakar.

"Sedangkan korban saat itu juga langsung tersungkur jatuh dilantai kapal dengan mengeluarkan buih dari mulut," terang Danramil.

Melihat kejadian itu anak korban yang bernama Amin langsung mengangkat dan memeriksa denyut nadi tangan korban dan diketahui sudah tidak berdetak lagi.

Sehingga membuat seluruh ABK mengambil keputusan untuk kembali pulang ke Panipahan guna melaporkan kejadian kepada pemilik kapal dan aparat yang berwenang.

Dan pada pukul 09.10 wib kapal sampai di pelabuhan Panipahan, kemudian korban langsung dibawa ke Puskesmas Panipahan untuk dilakukan visum oleh tim medis dengan didampingi anggota Pos AL Panipahan, Kopda P Ambarita.

"Dari pemeriksaan tim medis, disebutkan bahwa korban dinyatakan telah meninggal dunia dan murni kecelakaan akibat tersambar petir. Dan korban disemayamkan di rumah duka di Bagan Siapiapi," tukasnya.(iloeng)

TerPopuler